PENGARUH SUHU PEMBIUSAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP UDANG RED CHERRY (Neocaradina denticulata sinensis) SELAMA TRANSPORTASI SISTEM KERING SUHU RENDAH

Riski Indra Ismandar, Eko Dewantoro, Rachimi . Riski Indra Ismandar
Eko Dewantoro
Rachimi .

Sari


Jenis crustasea yang termasuk primadona ekspor ialah udang red cherry (Neocaridina denticulate sinensis). Dalam jumlah banyak, udang ini menarik untuk dilihat karena warnanya sangat cerah sehingga banyak digunakan dalam akuascaping. Sebagai komodita ekspor, transportasi ke daerah tujuan harus mendapat perhatian khusus, sehingga udang yang di kirim memiliki kelangsungan hidup yang tinggi dan sehat.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu pembiusan yang tebaik bagi pengangkuran udang red cherry. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 Ulangan, dengan suhu sebagai perlakuan yaitu A (13o C), B (15o C), C (17o C) dan D (19o C). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), variabel pengamatan tingkat kelangsungan hidup, perubahan bobot dan waktu induksi, pengamatan tingkah laku udang sebelum dan sesudah pembiusan dan pengamatan waktu sedatif, Analisis data menggunakan deskriptif. Tingkat kelangsungan hidup terbaik yaitu pada perlakuan B (13o C) yaitu (76,67). Perubahan bobot udang red cherry yaitu pada perlakuan A (13o C) dengan hasil (0,1 mg), dan waktu induksi tercepat yaitu pada perlakuan A (13o C) dengan waktu (203 detik).

Kata Kunci:udang red cherry; suhu; pembiusan; transportasi sistem kering

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Basyarie, A. 1990. Transportasi ikan hidup. Training Penangkapan. Aklimatisasi dan Transportasi Ikan Hias Laut. Jakarta, 4-18 Desember 1990.

Berka, R. 1986. The transport of live fish A review. ElFAC Tech. Paper No 48. FAO. Rome. 52 pp.

Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama, Jakarta. 163 halaman.

Hanafiah. 2016. Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi Edisi Ketiga. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. 260 hal

Karnila, R. S., Herodian., M., Astawan., R.R. 1999. Pengaruh Suhu Dan Waktu Pembisuan Bertahap Terhadap Kelangsungan Hidup Udang Windu Tambak (Penaeus Monodon Fab.) Selama Transportasi Sistem Kering

Morrissy N, Walker P, Fellows C, More W. 2001. An Investigation of Weight Loss of Morron (Cherax tenuimanus) during Live Transportation to Market. Western Australian marine Research laboratories. 2 pp.

Nitibaskara, R.R. 1996. Teknik Imotilisasi dengan Penurunan Suhu Bertahap Untuk Transportasi Udang Windu Tambak Hidup (penaeus monodon Fab.) Dengan Sistem Kering. Ringkasan Laporan Penelitian. Jurusan Pengolahan Hasil Perikanan. Institut Pertanian Bogor

Suparno, Basmal, J., Muljanah, I., Wibowo, S. 1994. Pengaruh suhu dan waktu pembiusan dengan pendinginan bertahap terhadap ketahanan hidup udang windu tambak (Penaeus monodon Fab.) dalam transportasi sistim kering. JurnaI Penelitian Pasca Panen Perikanan, (79): 73-78.

Suryaningrum Th. D., Utomo, B. S.B. 1999. Pengaruh suhu media serbuk gergaji dingin terhadap sintasan udang windu (Penaeus monodon) dalam kemasan kering. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional dan Diseminasi Teknologi Budidaya Laut dan Pantai. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan hlm 235-239

Suryaningrum Th. D, Ikasari, D., Syamdidi. 2008. Pengaruh kepadatan dan durasi dalam kondisi transportasi sistem kering terhadap kelulusan hidup lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 3(2):171-181.

Suwandi, R., Saputra, D., Zulfani, K.E. 2011. Teknologi Penanganan dan Transportasi Biota Perairan. Departemen Teknologi Hasil Perikanan, FPIK, IPB.

Tampubolon, K dan Handini, W. 2009. Teknik pembiusan menggunakan suhu rendah pada sistem transportasi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) tanpa media air.Seminar Nasional Perikanan Indonesia, Tanggal 3–4 Desember 2009 di STP Jakarta.Halaman 340–347.

Taqwa, F.H., Yulisman, Yulian, I.S. 2014. Pemanfaatan alang-alang segar sebagai media transportasi sistem kering induk lobster air tawar dengan waktu yang berbeda. JPHPI 17(3):197-206.

Wibowo, S. 1993. Sumberdaya dan transportasi lobster hidup untuk ekspor. Laporan Hasil Penelitian. Badan Penelitian dari Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian, Jakarta

Wijaya, A. 2008. Pembiusan lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) dengan metode penurunan suhu bertahap untuk transportasi sistem kering [skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Wijayanti, I.,Tapotubun, E. J.,Salim, A.M., Nuer’aenah, N., Litaay, C.,Putri, R. M. S.,Kaya, A. O. W., Suwandi, R. 2011. Proseding Seminar Nasional Pengembangan Pulau-Pulau Kecil. Halaman 67–76.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jba.v2i1.1631

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics